Jumat, 31 Oktober 2014

Menghidupkan lagi nyawa STABILIZER TEGANGAN yang mati total.




See again paramitra...
Kali ini, mau share sedikit seputar STABILIZER MATI TOTAL dan pengalaman menghidupkannya kembali. Kebetulan saya dipercaya memelihara stabilizer Tamayasaki.
Ketika saya terima stabilizer ini dalam keadaan mati , tanpa nyawa. Ini dari terlihat ketika stabilizer di hubungkan dengan sumber tegangan ( 220V PLN) , VU Meter tidak bereaksi sama sekali, alias tidak menunjukkan pada voltase yang dibutuhkan ( 220 Volt)


Sesaat saya berpikir bahwa , ini terjadi akibat putusnya pengaman ( fuse) yang terdapat pada cover bodi depan dari stabilizer ini.


Pertama yang dilakukan, tentu saja mengecek kondisi fuse ( pengaman ) dari stavolt ini. Dan setelah fuse box dibuka , maka inilah penampakan fuse yang nongkrong sekian lamanya di dalam stavolt yang mati total ini.





Lihatlah kawat tembaga yang terdapat didalam kaca fuse gambar diatas secara seksama. Bila perlu di zoom view aja image nya kali aja foto yang saya ambil kurang begitu bagus resolusinya.
Intinya adalah, kawat tembaga didalam fuse masih normal ( terhubung ). Ini artinya, aliran listrik dari tegangan sumber ( PLN) sejatinya masih terhubung ke dalam stavolt menuju ke trafo dan rangkaian elektronikanya.

Jika demikian maka langkah selanjutnya adalah , Bongkar stavolt tersebut dengan segala daya dan upaya , paramitra setia.



Wow...begitu rajinnya "daleman" stavolt ini. Debu nempel dimana-mana. Saya berpikir membersihkannya, tetapi berhubung ketika memperbaiki stavolt ini saya lagi flu, jadi saya urung melakukannya.
So, langsung aja cek satu persatu komponen penghubung arusnya. Tentu yang paling mudah adalah kita melihat koneksi kabel, beserta dengan terminal solderannya, apakah ada yang terlepas, atau terputus.
Lihat cek bagian pertama dibawah ini.



Gambar diatas itu kabel keluaran dari sumber tegangan PLN yang masuk, ada kabel arus ( merah), ada kabel grounding ( arde / kuning ) , dan kabel nol ( hitam ). Semuanya dalam kondisi baik ( normal ).

Cek bagian selanjutnyanya, adalah gambar berikut :




Ini adalah terminal tempat nempelnya kabel kabel bertegangan listrik pada rangkaian elektronikanya. Setelah coba di cek sedikit demi sedikit dengan menggerakkannya menggunakan test pen, ternyata semuanya masih tertanam kuat, tidak ada satupun kaki kaki terminal yang terlepas.

Lalu , checking berikutnya adalah terminal pada fuse ( pengaman ) dan juga switch ( saklar ), pada gambar seperti dibawah ini



Semuanya dalam kondisi baik, tidak ada satu titik ( kaki ) penyolderan yang terputus. Kecurigaan saya dengan rusaknya komponen elektronika yang aus semakin besar, namun kembali kepada peraturan awal, "Carilah yang simple, sebelum ke tingkat advance ( rumit )".

Kini, menuju ke terminal yang menghubungkan kabel bertegangan yang diukur dengan VU Meter. Sejatinya, ini hanyalah rangkaian yang berupa resistro, LED dan VU Meter ( kumparan dan resistor penunjuk voltase). Seperti gambar dibawah ini





Saya menemukan sesuatu yang janggal. Kaki LED ( lampu LED) yang terhubung dengan out resistor ( tahanan ) ternyata PUTUS. Jika dilihat sekilas memang tidak tampak, karena terlihat seperti menyambung. Namun jika disentuh dengan jari maka, terlihat salah satu kaki terlepas.
Teorinya adalah, lampu inipun sebagai hambatan ( resistor ) yang seharusnya terhubung antara kaki in dan outnya. Jika tidak maka arus akan terhenti dan tidak mengalir pada jalur ( driver) yang meneruskan tegangan menuju ke stop kontak yang digunakan untuk sumber tegangan keluaran ( output ) stavolt.




Biar lebih jelas , maka ini dia penampakan terputusnya kaki lampu LED yang berada pada bagian belakang box VU Meter. Berhubung lagi males keluar beli lampu LED ke toko elektronik di seberang jalan, dan juga berhubung duit tinggal tersisa cukup cuman beli bensin doang, maka terpaksa saya hanya men'jumper' out put dan input dari resistor langsung keterminal in VU Meter.


Ingat, cara ini adalah sangat sementara , yang paling baik adalah, beli resistor sesuai spesifikasi rangkaian berikut juga Lampu LED nya kemudian pasang dengan timah panas ( soldering ).

Kita cek bagaimana hasilnya dengan cara yang satu ini. Berhubung saya sudah pede sekali bahwa stavolt ini akan hidup lagi dengan cara diatas, maka saya langsung menutup kembali chasing stavolt sebelum saya coba dengan dialiri tegangan sumber ( V PLN). Lihatlah penampakan jarum penunjuk voltase di VU Meter box ( kanan pojok atas). Jarum imut merah menunjuk kepada angka nol.








 Colok kabel stavolt ke tegangan sumber, lalu hidupkan dengan switch.


 Maka lihatlah penampakan jarum skala VU Meter, ketika switch saya ON.


Wow, stavolt, sudah hidup kembali. Coba cek dengan memainkan switch on dan off berulang - ulang.
Ketika switch saya OFF kan, terjadilah reaksi berikut ini :






 Nah, demikian paramitra , cara paling sederhana dalam memperbaiki stavolt ( ndilalahnya kerusakannya tidak begitu ringan yah paramitra ). Untuk kerusakan system tingkat rumit, maka nanti saya posting jika saya menemukan stavolt yang mati total karena kematian pada salah satu komponen elektronikanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar